Warning!

Khusus untuk ibawel. Bagi yang belum cukup bawel, sok muna, alim atau tidak suka ngebawel, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang bawel bawel, silahkan dilanjuti...
  1. Kepada Pengunjung Setia
    Mulai tgl 5 Feb 2013 iBawel telah kembali mengudara, yang mana sempat tutup sejak 6 Oct 2012 dikarenakan server overloaded. Terima kasih atas dukungannya apakah itu dari segi materi atau dengan kata-kata yang membuat kita-kita [ds] crew tetap semangat untuk membangun komunitas ini ke areah yang lebih baik. Enjoy folks!

DIALOG DENGAN ALAM DEWA...(Semar siapa dan ada dimana..?)

Diskusi di 'Misteri Dunia Lain' dimulai oleh candiwalang, 22 November 2011.

  1. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    ...tidak mudah bagi orang awam seperti kita bro...:)
    mungkin hanya orang yang punya kelebihan mata batin...
    atau indra keenam yang terlatih yang dapat mengetahuinya.
    ada yang bisa bantu jawab...?:-q
  2. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    8. Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Roro Kidul

    Masih banyak orang mempunyai anggapan bahwa Kanjeng Ratu Kidul sama dengan Nyi Roro Kidul. Dahulu kami berdua juga mempunyai anggapan seperti itu. Sejalan dengan bimbingan spiritual yang kami terima dari Guru Roh kami masing-masing, kami mulai tahu bahwa Kanjeng Ratu Kidul tidak sama dengan Nyi Roro Kidul.


    Sekitar tahun 1998, waktu saya dan istri melakukan perjalanan ibadah keliling Pulau Jawa, waktu berada di pantai Parang Tritis Yogya, kami diterima oleh Eyang Ratu Kidul, demikian kami menyebut nama beliau, yang di-iringi oleh Nyi Roro Kidul sebagai pendamping. Karena kedua sosok ini berdampingan, maka dengan jelas kami dapat mengetahui perbedaannya. Sosok jati dirinya persis sama, yang membedakan diantara keduanya adalah warna kulitnya.


    Eyang Ratu Kidul warna kulitnya seperti etnis Sunda, kuning langsat. Sedangkan Nyi Roro Kidul warna kulitnya seperti etnis Jawa, agak coklat. Kamudian yang paling mencolok perbedaannya adalah aura yang terpancar dari masing-masing tokoh ini. Eyang ratu Kidul mempunyai aura putih jernih dan gemerlapan seperti berlian, bulat mengelilingi seluruh tubuhnya.

    Sedangkan aura Nyi Roro Kidul berwarna putih susu seperti cahaya lampu neon, tipis putih mengikuti postur tubuhnya.
    Eyang Ratu menjelaskan bahwa Nyi Roro kidul adalah patih atau kepala pengawal Eyang ratu. Nyi Roro Kidul adalah makhluk halus jenis jin yang mengabdi dan berguru kepada Eyang ratu. Nyi Roro Kidul ditugaskan untuk mengontrol dan meredam angkara murka dari makhluk-makhluk gaib jenis jin dan kekuatan gaib serta ilmu gaib yang berada disepanjang pantai selatan Pulau Jawa.


    Eyang Ratu Kidul adalah Roh Suci dari tingkat langit yang tinggi, Roh Suci ini juga pernah turun di berbagai tempat di dunia dengan jati diri tokoh-tokoh suci setempat di jaman yang berbeda-beda pula.

    Seperti tokoh Semar dan para tokoh suci yang lain, jati diri Eyang Ratu Kidul dan Nyi Roro kidul-pun banyak yang palsu. Umumnya yang memalsukan adalah jenis jin yang punya kemampuan atau punya kesaktian. Jadi perlu untuk selalu waspada, hati-hati dan teliti. Aura Eyang Ratu Kidul yang memancar gemerlapan seperti berlian tidak dapat dipalsukan oleh bangsa jin, akan tetapi tidak banyak orang yang dapat melihat aura ini.

    Catatan : Mengenai Kanjeng Ratu kidul & Nyai Roro Kidul ada referensi lainnya di trit yang ini :
    http://ibawel.com/threads/misteri-ratu-pantai-selatan-nyi-roro-kidul.1617/

    next.....9. Garis Kodrat Hidup
    garuda_big and tudegin like this.
  3. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    9. Garis Kodrat Hidup

    Tulisan ini memuat sebagian dari wejangan dan penjelasan dari Eyang Ratu Kidul, yang diberikan pada tanggal 26 mei 2000 sekitar jam 12:30 WIB di pantai Parang Tritis, Yogyakarta.
    Wejangan dan penjelasan Eyang Ratu atas permohonan pertolongan dan pertanyaan dari dua teman kami : Dharmawan dan Hartono.

    Eyang Ratu : Cucu-cucuku, nanti kalau mau mengambil pasir, ambillah yang di dekat air, pasir yang basah. Ambillah secukupnya saja dan tempatkan pada kantong plastik. Sebelum mengambil pasir, kembang / bunganya dilarung dulu, dan kelapa mudanya diminum dulu. Yang terletak paling kiri untuk temanmu Dharmawan, sebelahnya untuk kalian berdua, yang ketiga untuk temanmu yang punya mobil.
    Nah sekarang apakah kalian ada yang akan ditanyakan? Kalau ada akan kutunggu. Apakah teman-temanmu ada yang akan ditanyakan?

    Dharmawan : Saya memohon pertolongan dan petunjuk dari Eyang Ratu. Bagaimana saya harus menyikapi dan apa yang harus saya lakukan terhadap anak saya yang mempunyai sifat kaku, keras hati, pendiam dan tidak mau menurut nasihat orang tua. Dia baru lulus sekolahnya kemarin.

    Eyang Ratu : Manusia hidup tidak ada yang semuanya tidak enak melulu, atau yang enak terus. Itu untuk keseimbangan hidup. Kau mempunyai tiga anak, kan tidak ketiga-tiganya seperti itu. Ada yang adatnya keras, ada yang adatnya nurut orang tua. Coba carilah, apa ada orang tua yang semua anaknya menurut? Atau yang semuanya adatnya keras? Kan tidak ada.

    Ya itulah, memang kehidupan manusia ya beraneka ragam, ya seperti itu. Semua itu sudah tugasnya orang tua, dengan cara bagaimana kau mengatasinya, kalau kau dapat mengatasi dengan baik dan bijaksana, kau dapat pahala. Begitu juga anakmu, kalau dengan adatnya yang keras itu masih mau patuh pada nasihat orang tuanya, ya akan ada nilainya sendiri.

    Orang hidup itu macam-macam, yang penting kau mohonkan dan kau doakan supaya anakmu memperoleh bimbingan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, supaya mendapatkan jalan yang benar.
    Nanti dapat kau kias / ruwat wetonnya (hari lahirnya). Bapak dan ibunya meruwat wetonnya, memang wetonnya mempunyai bawaan beradat kaku. Berdoalah dan mohonkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya hati anakmu dapat lunak dan mau menjalani ruwatan
    . Berdoalah menurut agamamu yaitu doa Novena Tiga Salam Maria, supaya anakmu mau diruwat.

    Ini perlu sekali dan dapat membantu membimbing anakmu. Kalau masalah anak tu banyak orang tua mengalaminya, hanya saja kau tidak mengetahuinya. Semua sama, yang penting adalah tugas dan kewajibanmu kau jalankan. Mohonkan dan doakan, nanti Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberi jalan.
    Apakah kau sudah mengerti cucu?


    Dharmawan : Sudah mengerti Eyang dan terima kasih atas wejangan Eyang Ratu.

    Hartono : Eyang Ratu, saya mohon nasihat dan petunjuk untuk anak tunggal saya yang akan melanjutkan sekolahnya di Jerman, apakah dia akan berhasil menyelesaikan sekolahnya?

    Eyang Ratu : Anak itu semuanya telah mempunyai garis hidupnya sendiri-sendiri. Kalau garisnya bahwa sekolahnya dapat sampai tinggi ya akan berhasil. Tapi kalau garisnya hanya sampai tingkat sebegitu, ya akan sebegitu saja. Bersikaplah lapang dada untuk menerima nasib masing-masing. Jangan melawan nasib yang telah digariskan oleh Tuhan. Nanti kalau dipaksakan, ibaratnya sekolahnya hanya sampai kelas satu, kau maunya kelas tiga, tapi kalau kau paksakan nanti kesehatannya dapat terkena gangguan, atau perjodohannya yang terganggu. Gangguan itu dapat lebih tidak enak dan lebih berat.

    Serahkan saja dan mohonkan tuntunan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa jangan menetapkan minta begini dan begitu. Mohonlah pangestu dan bimbingan supaya anakmu itu menjalani hidup ini tidak menyimpang dari yang sudah digariskan oleh Tuhan. Kalau itu sudah kau mohon, mau merah atau hijau, hitam atau putih, ya itulah sudah garisnya, perlu diterima dengan hati yang lapang.

    Kalau takdirnya merah, diminta jadi hijau, nanti hasilnya malah menjadi hitam, yang begitu itu tidak benar cucu.
    Yang lapang hati untuk menerima nasib. Aku tidak dapat menjawab apakah anakmu itu akan berhasil atau tidak sekolahnya.
    Tapi aku dapat memberikan nasihat saja. Hidup itu sudah ada garisnya masing-masing. Yang penting memohon supaya tidak keluar dari garis itu. Kalau garisnya kelas satu ya kelas satu, kalau kelas tiga ya kelas tiga, yang penting jangan sampai keluar dari garisnya. Itu semua sudah ditetapkan dari langit. Apakah kau sudah mengerti cucu?

    Hartono : Cucu mengerti Eyang.

    Eyang Ratu : Apakah masih ada yang akan ditanyakan?

    Hartono : Eyang, cucu mau menanyakan satu lagi, mengenai pekerjaan cucu yang baru dirintis di Jakarta. Prospeknya bagaimana? Dan supaya lancar bagaimana?

    Eyang Ratu : Yang begitu itu memohonnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, supaya kau diberi berkah, pekerjaanmu dapat selamat dan lancar. Kalau kau memohon seperti itu, nilai permohonanmu itu sudah tinggi. Berkah pekerjaan lancar dan dalam restunya Tuhan, nanti semuanya ya menurut apa yang ada digarisnya masing-masing.

    Kalau waktunya kau mendapat nasib yang kurang baik, ya tidak dapat dihindarkan. Orang hidup itu ada gelombangnya, sebentar gelombangnya tinggi, sebentar gelombangnya tenang. Ya itulah memang romantikanya hidup.

    Memohon selalu selamat ya tidak mungkin, memohon supaya senang terus ya tidak boleh. Enak dan tidak enak itu silih berganti. Yang penting kalau kau sudah memohon, agar tidak menyimpang dari garismu. Hidup itu ada hukumnya, ada aturannya, hukum dan aturannya ini yang penting kau mohon, agar hanya garismu itulah yang kau jalani.

    Kalau kau tidak memohon, yang datang adalah “yang tidak-tidak”. Semua yang bukan garismu dapat datang. Tapi kalau kau sudah memohon, yang datang itu hanya yang memang menjadi nasibmu saja. Kalau nasibmu sedang sial, ya diterima dengan lapang hati. Tapi kalau tidak kau mohon, “yang tidak-tidak” itu banyak sekali yang datang. Kau mengerti apa yang kumaksudkan?

    Gelombang hidup itu tidak dapat diluruskan atau diratakan. Naik turunnya itu memang sudah menurut garis nasibnya masing-masing. Sudah cukup cucu, pangestuku untuk kalian semua.

    ---Terima kasih Eyang Ratu, kami mohon diri---

    Sedikit catatan untuk penjelasan :
    Dari wejangan Eyang Ratu diatas, bahwa manusia sudah mempunyai dan membawa garis hidupnya/garis kodratnya sendiri-sendiri, garis kodrat yang telah digoreskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
    Akan tetapi didalam menempuh perjalanan hidupnya, karena manusia memiliki sisi bebas maka manusia bisa keluar dari garis kodratnya, disebabkan oleh beberapa hal :
    1.
    Karena godaan duniawi – godaan dari luar.
    2. Karena godaan didalam dirinya sendiri.
    3. Karena gangguan gaib.

    Kesemuanya ini yang disebut sebagai “yang tidak-tidak” oleh Eyang Ratu tadi, yang bisa banyak dan silih berganti berdatangan untuk menarik manusia keluar dari garis kodratnya.
    Oleh karena itu, didalam menempuh perjalanan hidupnya, orang perlu mempunyai laku yang baik, mempunyai amal yang baik dan ibadah yang baik, agar doa-doa permohonannya dapat dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
    Itulah yang diwejangkan dan dianjurkan oleh Eyang Ratu tadi.

    Next.....10. Umbul Jumprit
    garuda_big likes this.
  4. Offline

    workaholic iEnthusiast

    Member Sejak:
    2 November 2011
    Jumlah Pesan:
    172
    Likes Yg Diperoleh:
    138
    soal perpuluhan memang sudah ada aturannya di masing-masing AD/ART tempat ibadah, jadi menurut saya sih jangan berpikir sempit soal angkanya, tetapi soal niatnya untuk memberikan kembali atas apa yang telah diterima, dan itu sangat personal menurut saya :D

    Sependapat dengan Kang Z o e t :D


    Enjoy ~o)
    z o e t and candiwalang like this.
  5. Offline

    chanrawijaya iMania

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    664
    Likes Yg Diperoleh:
    250
    bahasannya semakin menarik...
    kl baca sejauh ini dan berdasarkan pendapat ane yg cupu ini kayaknya sangat mirip dengan pembahasan hukum alam dari segi spritual neh...
    z o e t, candiwalang and workaholic like this.
  6. Offline

    workaholic iEnthusiast

    Member Sejak:
    2 November 2011
    Jumlah Pesan:
    172
    Likes Yg Diperoleh:
    138
    memang dari situ awalnya ...
    seperti saat bahas tubuh fisik dan tubuh energi ...yang real adalah tubuh energi, tubuh fisik hanya menunjukkan hasil dari tubuh energi yang selaras atau kurang selaras :D
    itu sudah saya pahami sejak tahun 1996 waktu saya banyak terlibat hal-hal spiritual (baca: dunia roh)

    Enjoy ~o)
    candiwalang and chanrawijaya like this.
  7. Offline

    chanrawijaya iMania

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    664
    Likes Yg Diperoleh:
    250
    wah...
    ternyata ada suhu WH...~o)
    ane mohon bimbingannya neh suhu...:-bd
    maklum masih cupu...
    cuma tau kulitnya az neh...
  8. Offline

    workaholic iEnthusiast

    Member Sejak:
    2 November 2011
    Jumlah Pesan:
    172
    Likes Yg Diperoleh:
    138
    jangan gitu ... :p
    dari awal kita sepakat dengan tulisan Pak Herman bahwa tidak ada yang lebih hebat antara satu dengan yang lain, masing-masing hanya punya tugas dan tanggung-jawab yang berbeda :D
    dan itu sudah digariskan dari alam sono sebelum kita lahir :D
    *masing-masing punya misi di alam ini* :D


    Enjoy ~o)
  9. Offline

    chanrawijaya iMania

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    664
    Likes Yg Diperoleh:
    250
    nah ntuh dia kang yang ane belum dapat...:)
    kan pak herman jg membimbing yang belum tau...:-bd
    workaholic likes this.
  10. Offline

    workaholic iEnthusiast

    Member Sejak:
    2 November 2011
    Jumlah Pesan:
    172
    Likes Yg Diperoleh:
    138
    HaHaHaaaaa .. =))
    urusan alam roh ini, kalo kita meleset / kurang mawas diri .. berabe banget urusan dibelakangnya.
    kita harus sungguh rendah hati. :)

    Enjoy ~o)
  11. Offline

    tudegin iAddict

    Member Sejak:
    2 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.786
    Likes Yg Diperoleh:
    951
    Mohon pencerahan suhu, kulit yang dimaksud kulit apaan ya??:D
  12. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    10. Umbul Jumprit

    Karena kesibukan lain, pada hari itu tanggal 15 Maret 2006, saya tidak ikut dalam rombongan yang didampingi oleh istri saya melakukan perjalanan ziarah di beberapa tempat di Jawa tengah. Di Umbul Jumprit, di Parang Tritis dan beberapa tempat lainnya. Rombongan terdiri sekitar 10 orang. Tiba di Umbul jumprit pada jam 21:00.

    I. Wejangan Eyang Begawan :
    Aku Eyangmu Begawan, pada malam ini kuterima ibadah kalian semua dan kuterima semua persembahan kalian, termasuk apa yang menjadi kemauan hatimu masing-masing, agar semuanya bisa terkabul. Restuku pada kalian, pada malam ini para Suci yang hadir banyak, lihatlah disana ada Eyangmu Ratu hadir pada malam ini, ada Siang Tee Kongco, ada Dewi Kwan Im, ada Eyangmu Semar, pada malam ini sama-sama hadir para Roh Suci.
    Terimalah berkah dari para Suci yang ditujukan kepada kalian semua.

    Pada malam hari ini kalian semua yang hadir disini, memang sudah aku tunggu, memang sudah waktunya kalian menghadap Eyangmu Bengawan, sudah waktunya kalian harus dibersihkan semua, lahir dan batin. Kalian semua sudah mandi di umbul jumprit, sudah bersih lahir dan batin, karena itu semua perlu hati-hati, jangan membuat kesalahan lagi.


    Siapa saja yang telah memiliki guru, mintalah petunjuk kepada guru kalian, jika ingin melakukan sesuatu. Sadarlah bahwa kalian telah mempunyai senior yang mempunyai tingkatan lebih tinggi, jangan segan-segan untuk bertanya, jangan malu-malu, dari pada tersesat jalannya dan terpuruk-puruk (kejeblos).
    Mengingat telah ada yang bisa dimintai nasehat / petunjuk-petunjuk, maka itu jadikanlah dia panutan, kalian tidak akan disesatkan dan diperosokkan, tidak bakal ditipu, tidak akan dicerita-ceritakan kemana-mana.

    Kalian tidak tahu dan mengerti bahwa selama ini yang kalian jadikan panutan itu siapa, dahulunya reinkarnasinya siapa, tidak ada satupun manusia yang tahu, tetapi para Roh Suci / Eyang-Eyangmu mengetahui siapa dia sebenarnya, jangan dianggap remeh dan sepele omongannya dan nasehatnya, malam ini dia tidak dapat hadir dan diwakilkan kepada istrinya, tetapi istrinya ini juga memiliki kemampuan, meskipun hatinya agak kurang mantap, tetapi Dewi Kwan Im selalu mendampingi dia.

    Cucu-cucu kinasihku (yang terkasih), terimalah berkah dari para Suci ini yang ditujukan kepadamu sekalian, nanti setelah kalian selesai sembahyang disini, ambillah pisang masing-masing satu, kalian mengambil satu-satu dan makanlah disini.
    Cucu-cucu yang terkasih, sudah cukup sampai disini, restu Eyangmu untuk kalian semua.


    II. Wejangan Dewi Kwan Im :
    Cucu-cucuku yang terkasih. Pada malam ini Dewi Kwan Im turun untuk menerima cucu sekalian, untuk memberikan pangestu, memberikan bekal-bekal kepada cucu sekalian, apa yang cucu sekalian butuhkan didalam perjalanan spiritual ini maupun didalam menempuh perjalanan hidup masing-masing, terutama dengan keluarga.


    Janganlah kalian ragu akan jalan yang kalian tempuh, jalan kalian ini diberkati dan direstui oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh para Budha, para Bodhisatva dan para Arahat, oleh karena itu senantiasalah berjalan di jalan yang benar, yang ditujukkan oleh guru kalian masing-masing. Pada malam ini Dewi Kwan Im sengaja turun melalui cucuku ini, untuk menyampaikan petunjuk ini kepada kalian semua, jangan ragu akan jalan yang ditempuh ini, yang membawa kalian pada jalan ke-Budha-an.

    Hanya ini saja pesan dari Dewi Kwan Im dimalam ini terimalah berkah dan restu dari Kwan Im Hudcou kepada cucu sekalian.

    III. Wejangan singkat Eyang semar :
    Aku Eyangmu Semar, restuku kepadamu sekalian, agar selamat, sehat dan sejahtera semua. Luruslah jalanmu, lurus dan benar jalannya kalian semua ya cucu-cucuku sekalian.
    Cukup sekian, restuku untuk kalian semua.

    Catatan :
    Umbul Jumprit adalah tempat sumber mata-air dimana airnya setiap tahun diambil dengan suatu upacara resmi untuk air suci Waisak.


    Next.....11. Parang Tritis
    tudegin likes this.
  13. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    11. Parang Tritis

    Pada tanggal 16 Maret 2006, jam 10:00, rombongan tiba di pantai Parang Tritis. Inilah wejangan yang kami terima dari Eyang ratu kidul yang bersemayam di Kraton Laut Kidul.

    Wejangan Eyang Ratu Kidul
    Aku Eyangmu Ratu yang duduk di tahta Kraton Parang Tritis, pangestuku untuk kalian semua, ku terima semua ibadah kalian, juga semua persembahan kalian telah kuterima.
    Kalian masing-masing kuberi berkah sesuai wadahnya masing-masing, sesuai karmanya masing-masing, sesuai amalnya masing-masing.

    Semua berkahku harus dipakai dan diamalkan untuk menolong sesama manusia, gunakan karunia yang kalian terima itu untuk menolong sesama manusia yang membutuhkan pertolongan.

    Berhati-hatilah didalam menjalani kehidupan ini, jangan takabur, jangan lupa diri, jangan lengah, senantiasalah waspada, senantiasa menggunakan akal pikiran masing-masing. Kaliansemua itu bersaudara didalam menjalani laku spiritual, kalau ada apa-apa harus saling tolong-menolong, seharusnya dibicarakan bersama, bila menghadapi masalah jangan ditangani sendiri, kalau dibicarakan dan ditangani bersama, jalannya akan lebih terang dan lancar.

    Hari ini di keraton Eyangmu ada upacara, dan upacara ini akan dilakukan lagi pada tahun depan, pada penanggalan jawa yang sama. Jadi kalian harus melihat pada penanggalan jawa tahun depan jatuh pada hari apa, kalau bisa upayakan untuk menghadap Eyangmu lagi disini. Berkahnya besar, saat ini hadir banyak sekali para Roh Suci datang menghadiri upacara dikeraton Eyangmu dan semua ikut memberikan pangestu kepada kalian semua. Yang akan memohon sesuatu, ya diajukan saja, kalau memohon sesuatu itu mohonkanlah yang baik dan benar saja, jangan meminta yang tidak-tidak.

    Mintalah agar diterangi jalanmu, supaya dijauhkan dari segala halangan, rintangan dan kesulitan dalam menjalankan laku spiritual. Mintalah penerangan didalam menempuh perjalanan hidup bersama keluarga. Selalu berhati-hati, banyak berbuat kebajikan, maka Allah akan memberikan keselamatan kepada kalian semua. Sekarang kalau ada yang akan bertanya sesuatu, akan kutunggu.

    Ramly : Eyang, dipagi ini, apakah permohonan cucu agar bisa lebih lancar dalam berkomunikasi spiritual, agar setiap saat dapat izin berkomunikasi dengan Nyi Mas Ratu di Pelabuhan Ratu, mohon Eyang memberikan berkah dan kekuatan untuk itu.

    Eyang Ratu : kalau masalah itu, dirimu belum waktunya, wadahmu itu belum waktunya untuk dapat berkomunikasi setiap saat dengan didampingi Eyangmu. Nantinya dilihat dulu perjalananmu, kalau tahun depan dirimu bisa lulus semua dan tindakan serta jalanmu sudah dinilai lulus, maka nantinya Eyangmu akan memberi pendamping. Kalau sekarang belum waktunya, harus bersabar dulu, jangan terburu-buru. Menjalani kehidupan spiritual itu harus bertahap, jangan melompat-lompat. Sekarang ada pertanyaan lagi apa tidak?

    Bowo : Eyang, cucu menghaturkan sembah sujud, pada pagi ini cucu Bowo hadir di Parang Tritis, pertama-tama cucu memohon diberi bekal kekuatan untuk melayani para tamu yang ada di pesarehan Eyang Putri, itu saja permohonan dari cucu.

    Eyang Ratu : kuberikan, cucuku Bowo. Nanti kau mengambil pasir yang basah dan bersih, yang dekat dengan air. Nantinya pasir tersebut dapat dipergunakan untuk membantu tamu-tamumu, tapi jangan lupa untuk memohon izin Eyang Putri-mu dulu kalau akan mempergunakan pasir tersebut. Memang kau ini dipilih oleh Eyang Putri-mu untuk mengemban tugas menolong sesama manusia, dirimu harus menjaga hatimu tetap bersih didalam menolong, jangan punya pamrih. Mengenai keselamatan dirimu sekeluarga tidak usah dikhawatirkan, semua sudah ada yang menjaga, yang memagari. Cukup sekian cucu-cucuku, pangestuku untuk sekalian.

    Eyang Ratu dari Nirwana : restuku untuk kalian semua, hari ini berkah yang diturunkan besar sekali, kalian semua sangat beruntung dapat menghadap Eyangmu Ratu pada hari ini, karena itu jalanmu ini jalan yang sudah baik, sudah jangan mencari jalan yang neko-neko, jalan yang ini saja dijalani dengan benar, yang tekun, yang tulus. Jangna punya pamrih, jangan punya keinginan yang tidak-tidak. Kiranya cukup, pangestuku untuk kalian semua.

    Eyang Semar : Aku ini Ki Lurah Semar, Pangestuku untuk kalian semua, selamat, sehat dan sejahtera. Cukup ya cucu-cucuku.

    Catatan :
    Eyang Ratu yang bersemayam dan duduk di tahta Kraton Laut Kidul adalah utusan Eyang Ratu dari alam Nirwana.


    Next.....12. Petilasan Suci dan berkahnya
    garuda_big, z o e t and workaholic like this.
  14. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    12. Petilasan Suci dan berkahnya

    Teman saya di Metafisika Study Club menanyakan mengenai berkah dari petilasan suci. Banyak petilasan suci tersebar di pulau Jawa yang usianya telah mencapai ratusan tahun. Menurut pandangan hukum reinkarnasi, tentunya arwah atau roh dari tokoh yang ada di petilasan tersebut sudah diinkarnasikan lagi, di suatu tempat sebagai tokoh lain.


    Pertanyaannya adalah siapa yang memberikan berkah kepada pesiarah yang datang ke petilasan suci itu? Dan bagi spiritualis yang memiliki mata batin dan dapat melihat bahwa sosok suci itu masih tampak di petilasan itu, siapa beliau itu?


    Pertanyaan seperti ini sudah ada pada saya sekitar 10 tahun yang lalu, dan dalam meditasi yang saya lakukan menghadap guru roh saya, saya pernah menanyakan fenomena ini. Pada waktu itu dijawab bahwa saya belum sampai pada pemahaman alam roh dan misi roh, nanti setelah tiba waktunya saya akan mengetahui jawabannya.

    Baru sekitar 4 tahun yang lalu saya mendapatkan jawabannya. Untuk dapat memahami penjelasannya, perlu untuk mengetahui terlebih dahulu mengenai alam roh, strata/tingkatan roh dan misi roh. Alam roh amat sangat luas dan rumit, serumit hukum karma dan reinkarnasi, oleh sebab itu apa yang dapat diketahui manusia mengenai alam roh hanya sedikit sekali. Ada banyak sekali aturan dan batasan di alam roh, yang juga dikenal sebagai hukum alam semesta.

    Roh didalam perjalanannya menuju ke Allah Y.M.E atau juga dikenal sebagai evolusi roh, harus melalui banyak tahapan atau strata, untuk dapat naik strata, roh perlu untuk dapat berhasil menjalankan misinya yang diberikan oleh Tuhan.

    Misi roh. Bagaimana roh menjalankan misinya? Bagi roh yang telah memiliki strata langit, istilah yang dipakai dalam taoisme dan konfusianisme, atau strata nirvana, istilah dalam Budhisme, atau strata sorga, istilah dalam kitab suci Kristen dan Islam, misi roh adalah menolong manusia menemukan jalan Allah, jalan kebenaran dan menolong manusia dari penderitaan.

    Untuk menjalankan misi ini, roh dapat menempuh beberapa jalan, diantaranya:
    1. Turun sebagai manusia (re-inkarnasi)
    2. Turun sebagai roh suci yang duduk/bersemayam di tempat-tempat pemujaan seperti petilasan-petilasan suci, vihara, pura, klenteng dan lain-lain tempat pemujaan yang dikramatkan.
    Jati diri. Agar dapat berhasil menjalankan misinya, roh perlu memakai/mempunyai jati diri, oleh karena itu roh perlu mempergunakan jati diri tokoh-tokoh legendaris di daerah tempat tugasnya, terutama yang telah ada petilasannya, untuk memudahkan menjalankan misinya, supaya nasehat, petunjuk dan bimbingannya mudah diterima dan dituruti oleh masyarakat setempat. Seperti tokoh Semar, Kanjeng Ratu Kidul, Sunan Kalijogo dan lain-lain di Tanah Jawa.

    Tidak semua petilasan putih atau suci, yang dimaksud petilasan putih adalah pada petilasan tersebut bersemayam roh suci utusan Allah yang sedang menjalankan tugas menolong penderitaan manusia. Tetapi ada banyak petilasan dan tempat yang dikramatkan yang isinya tidak putih lagi, atau petilasan hitam. Pada petilasan hitam ini bersemayam bangsa jin, walau jin ada yang baik dan ada yang jahat, tetapi keduanya bukan utusan Allah, jadi bukan jalur Illahi.

    Bangsa jin juga dapat memakai jati diri tokoh legenda setempat, jadi perlu waspada, hati-hati dan teliti untuk mengamatinya.
    Bagaimana petilasan suci dapat berubah menjadi petilasan hitam? Hal ini sangat tergantung pada umat atau pesiarahnya dan juga cara pengelola petilasan tersebut.

    Kalau sebagian besar pesiarahnya dengan tujuan meminta yang “tidak-tidak”, seperti untuk perjudian, pesugihan, penglarisan, kesaktian dan lain-lain, dimana roh suci tersebut tidak dapat memberikan, dan kalau ditunggu untuk waktu yang cukup lama para pesiarah dan masyarakat di tempat itu tidak juga menyadari bahwa permohonan-permohonan seperti itu menyalahi kehendak Allah, maka roh suci tersebut akan meninggalkan petilasan dan pindah menjalankan misinya di tempat lain dengan jati diri yang lain pula.

    Begitu petilasan tersebut ditinggalkan oleh yang putih/roh suci, maka akan segera dimasuki oleh bangsa jin yang dengan senang hati akan memenuhi permintaan-permintaan para pesiarah yang “tidak-tidak” tadi dengan meminta imbalan.

    Kalau pengurus petilasan mengelolanya secara sangat komersil, roh suci akan berusaha menyadarkan, kalau tidak juga sadar, maka orang-orang itu akan disingkirkan atau diganti, kalau masih tidak berhasil, maka roh suci itu pun akan meninggalkan petilasan tersebut. Jadilah petilasan yang asalnya putih menjadi hitam.

    Bagaimana mengetahui petilasan masih putih atau sudah tercemar menjadi hitam? Untuk orang awam sulit mengetahuinya, bagi seorang spiritualis juga tidak mudah untuk mengetahui. Sebab yang hitam dapat memakai jati diri yang putih, memalsukan jati diri. Bagi spiritualis yang memiliki guru roh dari garis Illahi, maka kepada guru roh lah dapat bertanya putih-hitamnya suatu tempat, tetapi bila guru rohnya bukan dari garis Illahi, misalnya bangsa jin, maka jawaban sang guru akan selalu putih, sebab yang bersemayam di tempat itu sebangsa dengan dia, jin.

    Guru roh dari garis Illahi tidak datang sendiri pada seseorang, melainkan perlu diminta dengan upacara resmi tapi sederhana di tempat yang terpilih. Jadi siapa yang ada di petilasan suci itu dan siapa yang memberikan berkah kepada peziarah atau pengunjung? Saya kira anda sekarang sudah mengetahuinya.

    Next......Ziarah ke Petilasan Jambe Pitu
    workaholic likes this.
  15. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    Ziarah ke Petilasan Jambe Pitu

    Pada tanggal 27 juni 2006, saya dan istri mendampingi rombongan yang terdiri dari sekitas sebelas orang untuk melakukanperjalanan ziarah ke petilasan Jambe Pitu.
    Seluruh anggota rombongan adalah pelaku spiritual yang membutuhkan berkah dan bekal dari roh suci yang duduk di petilasan Jambe Pitu ini, yaitu berkah dan bekal untuk membentuk fondasi spiritual yang sangat mereka butuhkan dalam laku spiritual yang mereka jalani. Inilah wejangan yang diberikan oleh Eyang yang bersemayam di Jambe Pitu:

    Eyang:
    Aku Eyangmu yang duduk dipetilasan Jambe Pitu, Pangestuku untuk kalian semua, kuterima semua ibadah kalian, juga semua persembahan kalian telah kuterima. Kedatangan kalian semua sudah dinantikan, memang yang menjalani laku spiritual itu, ya seharusnya datang menghadap Eyangmu di sini.

    Cucu kinasih, tempatku ini meskipun letaknya terpencil di gunung, tetapi tempat ini , petilasan Jambe Pitu ini, bukan sembarang petilasan. Eyangmu ini ditunjuk oleh Gusti Yang Maha Kuasa, untuk mengamat-amati, mengawasi, membantu memberikan bekal-bekal, yang dibutuhkan oleh para pelaku spiritual di dalam menempuh perjalanan spiritualnya.

    Diibaratkan apabila dirimu membangun rumah, aku inilah yang menyusun fondasinya, jadi apabila belum datang ke sini, lalu apa yang diharapkan untuk diterima? Wadahnya apa? Karena belum memiliki fondasi. Apabila kalian sudah datang menghadap ke sini, aku akan meletakkan fondasinya terlebih dahulu, baru kemudian dirimu yang akan membentuk wadahnya, untuk diisi bekal-bekal selanjutnya. Karena itulah cucuku kinasih, dirimu sangatlah beruntung, dirimu bisa hadir menghadap Eyangmu di hari ini. Apabila dirimu tidak datang menghadap ke sini, Wadah spiritualmu belum akan dapat terbentuk.

    Karena itulah, sesuai dengan pesan-pesan yang sudah kalian terima, ketika kalian semua datang menghadap Eyang Begawan di petilasan Umbul Jumprit dan Eyangmu Ratu di Pantai Parang Tritis, disitu telah dijelaskan dan ditekankan bahwa di dalam menempuh perjalanan spiritual ini, kalian semua adalah bersaudara, Upayakan selalu bertemu, selalulah membicarakan pengalaman masing-masing , supaya bisa saling melakukan koreksi, kalau ada kesalahan, ada kekeliruan, temannya yang akan memberitahu.

    Jangan menganggpa dirinya yang benar, jangan menganggap dirinya sudah pintar, aku bisa ini, aku sudah bisa itu, apabila salah, tidak mengetahui, karena tidak ada yang memberitahu. Aku juga mengerti bila dirimu masing-masing itu memiliki guru, tetapi gurumu masing-masing itu juga masih membutuhkan guru yang lain. Setiap guru itu memiliki kekhususan tersendiri, ada guru yang meletakkan dan menyusun fondasi, ada guru yang menjaga kelurusan perjalanannmu, ada guru yang mengajarkan kejujuran hati, guru yang mengajarkan memasuki alam gaib itu harus waspada, harus bagaimana itu juga ada.
    Semua berkah dan bekal itu, harus diperoleh dari para roh suci yang berbeda-beda. Tidak bisa diperoleh dari satu guru saja, karena itu jangan sekali-kali merasa gurumu sudah tinggi, tidak memperhatikan guru-guru roh suci yang lainnya. Pemahaman seperti itu merupakan kesalahan yang besar, jangan takabur, apakah cucu kinasih mengerti takabur itu? Jangan sok benar, jangan mentang-mentang memiliki guru, mentang-mentang sudah bisa, tidak memperhatikan yang lain, tidak menganggpa yang lain, Contohnya seniormu suami-istri ini lho, mereka babak belur sebelum bisa seperti sekarang ini. Dirimu tidak megerti beratnya perjalanan yang mereka berdua tempuh, senang susahnya, perjalanan yang terjal penuh tantangan dan penderitaan.

    Menempuh perjalanan spiritual itu tidak mudah, tidak cuma menerima, wah nantinya aku bisa begini, nantinya aku bisa begini begitu. Bukan begitu cucu kinasih, spiritual itu, kalau cuma bisa ini, aku bisa itu, itu namanya dukun, bukan pelaku spiritual. Yang dinamakan menjalani laku spiritual itu : membersihkan rohani, membersihkan pikiran dan batin kotor. Itulah cucu kinasih tujuannya.
    Bagaimana membersihkan pikiran yang kotor, sakit dan penderitaan, sakit dan penderitaan untuk dapat membersihkannya. Jangan kalian anggap mudah, kalian anggap enteng, kalian anggap enak, itu keliru cucu kinasih.

    Cukup sekian dulu petunjuk Eyangmu, pangestuku untuk dirimu sekalian, terimalah pangestunya Eyang Lengkung Kusumo.


    Eyang Semar:
    Aku Eyangmu Semar cucu kinasih, pangestuku untuk dirimu sekalian. Hari ini yang hadir banyak ya. Kedatangan dirimu sekalian ke sini sudah ditunggu, karena itu cucu kinasih, mintalah dan mohonlah berkah dan bekal-bekal untuk laku spiritual yang kalian butuhkan.

    Begini cucu kinasih, jalan yang kalian tempuh ini berat. Dirimu harus siap lahir bathin. Apabila mengalami susah, godaan, cobaan dan penderitaan , jangan hanya mengeluh saja, jangan hanya mengerutu saja, jalanilah dengan tulus iklas. Begitulah agar jalanmu itu lapang, terang dan luas, cukup sekian cucu kinasih. Pangestuku untuk dirimu sekalian.


    Dewi Kwan Im
    Cucuku sekalian yang terkasih, pada hari ini Dewi Kwan Im turun memberikan petunjuk kepada cucu sekalian.
    Pada siang hari ini, hadir banyak roh suci untuk menerima dan membekati kalian semua. Nanti setelah selesai penutupan acara ini, cucu sekalian masing-masing ambillah satu buah pisang raja, yang dimakan di tempat ini. Kemudian kelapa hijau, supaya masing-masing juga mengambil satu.Dan kemudian selanjutnya sowanlah ke Jambe Limo, tempatnya tidak jauh dari sini. Walaupun Eyang sudah menerima kalian di sini, tetapi sowanlah ke Jambe Limo untuk menghaturkan sembah sujud kepadanya.

    Sampai di sini petunjuk Dewi Kwan Im. Terimalah Pangestuku untuk kalian semua.

    Eyang Ratu:
    Cucu kinasih, aku Eyangmu Ratu, hari ini aku ikut hadir pada upacara spiritual di Jambe Pitu ini, aku tidak menambah panjang lebar, aku hanya memberi pangestu kepada dirimu sekalian, terimalah pangestuku untuk dirimu sekalian.

    Eyang Begawan:
    Cucu kinasih, aku Eyangmu Begawan, sudah cukup, sudah cukup cucu kinasih, pangestuku saja untuk dirimu sekalian.


    Next.....14. Memohon Maaf dan Memaafkan
    workaholic likes this.
  16. Offline

    candiwalang Penjaga Kubur

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.474
    Likes Yg Diperoleh:
    1.568
    14. Memohon Maaf dan Memaafkan

    Karena sering banyak orang yang bermasalah datang ke rumah saya berada di pihak yang salah dan untuk dapat menolong mereka syaratnya harus memohon maaf terlebih dahulu kepada yang bersangkutan, maka kami berdua sering membicarakan dan ingin mengetahui lebih dalam mengenai memohon maaf ini.

    Pada tanggal 1 Januari 2001 malam, waktu kami berdua meditasi dan berdoa kepada guru roh kami, inilah penjelasan dari 3 guru roh kami mengenai memohon maaf dan memaafkan.

    Guru Roh Pertama, Dewi Kwan Im

    Memaafkan adalah sifat utama yang harus dibina oleh manusia, dalam kehidupan ini memaafkan adalah penting sekali, boleh dikatakan termasuk 3 hal penting yang harus dijalankan oleh manusia, yaitu:

    Memaafkan,
    Menolong orang lain
    dan Membina diri sendiri dengan sifat kebijaksanaan diri.

    Sifat kebijaksanaan diri yang dibina terus menerus, memang akan menghasilkan sifat pemaaf yang sangat besar. Karena ke-3 hal ini sangat berhubungan erat sekali, tidak daapt dipisahkan saru dengan yang lain. Kebijaksannaan akan menimbulkan cinta kasih yang besar, yang akan menimbulkan sifat menolong dan sifat pmaaf. Sedangkan sifat pemaaf yang tulus adalah pekerjaan yang sulit sekali. Sifat sulit memaafkan dengan tulus adalah sifat umum yang banyak terdapat pada manusia. Yang banyak adalah memaafkan dari luarnya saja, secara sepintas saja, tetapi tidak dibatinnya, tidak ditingkah lakunya, tidak dinuraninya yang paling dalam. Dia belum 100% memaafkan. Itu adalah wajarnya sifat manusia.

    Memaafkan itu bukan pekerjaan mudah, bukan hal-hal yang begitu nyata. Kalau dikatakan saya memaafkan, itu bukan berarti di dalam lubuk hatinya juga memaafkan, bukan lalu seperti itu. Memaafkan boleh dikatakan pekerjaan paling sulit dan amat sangat tersamar, tidak kelihatan oleh mata, oleh perbuatan dan oleh tindakan nyata.

    Sifat tidak memaafkan itu begitu tersembunyi, tersamar jauh di dalam hati, sehingga memaafkan itu pekerjaan yang paling sulit, tetapi mempunyai makna yang sangat mendalam, mempunyai nilai yang sangat tinggi sekali . bahkan kalian berdua masih harus banyak membina sifat memaafkan itu lebih tinggi lagi, lebih tulus lagi. Ini adalah topik pelajaran memaafkan yang kusampaikan kepada kalian berdua, merupakan suatu pekerjaan yang amat sulit tetapi mempunyai nilai yang sangat tinggi sekali, dan itulah yang terdapat pada ajaran-ajaran yang ada diberbagai agama. Tidak pernah dibahas secara mendalam, tidak pernah diajarkan secara luas di agama-agama yang ada. Yang ada hanya menolong orang, rendah hati, cinta kasih, sederhana, itulah yang banyak diajarkan.

    Bahkan agama islam yang kalian sebut sebagai satu-satunya agama yang mempunyai budaya memohon maaf lahir bathin pada hari raya lebaran, bagi semagian umatnya itu hanyalah dibibir saja, hanya ada dipermukaan sebatas bibir, tidak masuk ke rongga mulut, apalagi sampai ke dalam hati, hanya sebatas bibir atas dan bibir bawah saja. Karena kata maaf yang diucapkan hanya dibibir saja, itu tentu tidak sama dengan yang kalian maksudkan supaya memohon maaf.

    Memohon maaf, begitu juga memaafkan tidak cukup hanya diucapkan dibibir saja. "Saya minta maaf atas semua kesalahan saya," tidak peduli dimaafkan atau tidak, asal sudah diucapkan. Tentu tidak seperti itu.

    Aku memberitahukan kepada kalian bahwa memohon maaf bukanlah seperti itu, tetapi memohon maaf itu harus sadar bahwa dia memohon maaf karena dia bersalah, dia mengakui kesalahannya, menyadari kesalahannya, menyesali kesalahannya. Hanya mengakui tanpa menyesali itu masih kurang, mengakui, menyadari dan menyesali kesalahan itulah yang harus diucapkan dan dilakukan orang yang mempunyai kesalahan.

    Karena aku tahu untuk memaafkan 100% itu boleh dikatakan mustahil bagi kebanyakan manusia, yang ada hanyalah "saya sudah memaafkan," tetapi seberapa kadar memaafkan yang dapat dia maafkan, itulah yang penting, itulah yang dinilai Allah. Oleh karena itulah kalian harus terus belajar membina diri, menempuh diri dengan sifat memaafkan yang mempunyai kadar yang lebih tinggi, setinggi-tingginya yang kalian belum capai. Cukup restuku untuk kalian.

    Guru Roh Kedua, Eyang Semar.

    Itu tadi adalah pelajaran yang tinggi sekali, itu pelajaran sepertinya belum pernah dijelaskan, apakah kalian pernah membaca pelajaran seperti itu? Kukira belum pernah.

    Pembahasan yang mendalam perihal memaafkan tadi boleh kalianp[akai sebagai bahan ceram ah kalau nantinya kalian diminta oleh kelompokmu yang baru, bahwa dari pihak yang memohon maaf dan pihak yang diminta maaf, kedua-duanya mempunyai kadar seperti apa, permintaan maaf itu sedalam apa dan sebesar apa kadar memaafkannya, itulah yang harus dibahas nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kesulitan-kesulitannya, apa saja yang menjadi penghambat dari orang yang meminta maaf dan kesulitan-kesulitan apa saja yang membuat orang tidak dapat memaafkan secara total. Nah itulah yang kalian perlu rangkum menjadi sebuat tulisan yang kau bahas untuk dijadikan bahan ceramah. Tidak usah menunggu kalau diminta, buatlah itu menjadi suatu tulisan, sewaktu-waktu kau diminta untuk memberi ceramah, kau tinggal membawa dan menyampaikannya.

    Itu tadi adalah ajaran yang sangat bernilai tinggi, bahkan para rohaniawan pun belum pernah membahas kata MEMAAFKAN itu. Apakah kalian sudah mengerti? Pangestuku untuk kalian.

    Guru Roh Ketiga, Eyang Begawan

    Kalian berdua mendapatkan pelajaran yang semakin tinggi, hal ini akan masih terus diberikan kepada kalian. Guru roh kesatu akan mengajarkan nilai-nilai yang lebih tinggi lagi. Selain memaafkan nantinya akan ada yang diterangkan mengenai pelajaran-pelajaran spiritual yang bernilai tinggi mengenai kebijaksanaan saja. Kebijaksanaan yang bagaimana? Macam ragamnya kebijaksanaan itu sendiri dan nilai-nilai kebijaksanaan itu sendiri, dari tiap kebijaksanaan yang ada, mempunyai nilai-nilai tertentu. Apa yang disebut kebijaksanaan itu selalu baik? Apakah ada kebijaksannan yang tidak baik? Sangat banyak sekali, itu semua akan diterangkan diwaktu-waktu yang akan datang.
    Apa saja yang membuat orang harus memaafkan, apa saja hambatan-hambatannya? Dan Apa saja yang membuat orang harus meminta maaf atas kesalahan-kesalahannya? Bukan hanya hambatan-hambatannya saja tetapi apa yang mendorong orang harus meminta maaf dan apa yang mendorong orang harus memaafkan seseorang, ini yang perlu kalian tulis.

    Menolong orang, cinta kasih, berbuat kebajikan, inilah yang sudah banyakj dibicarakan orang, tetapi memaafkan dan emmohon maaf ini agaknya terlupakan. Cukup sekian untuk kalian, pangestuku untuk kalian berdua.


    Next...Bertanya di Altar
    workaholic likes this.
  17. Offline

    tudegin iAddict

    Member Sejak:
    2 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.786
    Likes Yg Diperoleh:
    951
    klo untuk mengetahui secara langsung bagi yang awam kayak sya ini pasti susah.
    yang bisa ngeliat biasanya orang yang memiliki indra keenam dan kesucian batin.

    Kyaknya bisa juga klo pingin melihat langsung dengan dibantu oleh orang yang memiliki kemampuan di atas tetapi biasanya juga bisanya klo "yang disana" mengijinkan/setuju/berkenan untuk dilihat.

    Menurut pendapat sya yang awam .;)
    candiwalang likes this.
  18. Offline

    workaholic iEnthusiast

    Member Sejak:
    2 November 2011
    Jumlah Pesan:
    172
    Likes Yg Diperoleh:
    138
    beberapa menit yang lalu saya sudah dapat ijin dari pak Herman untuk membuat versi PDF nya,
    harap rekans semua bersabar, karena bagaimanapun juga perlu waktu dan tenaga untuk mengerjakanya.

    Enjoy ~o)
    kongkalikong and chanrawijaya like this.
  19. Offline

    z o e t iEnthusiast

    Member Sejak:
    4 November 2011
    Jumlah Pesan:
    424
    Likes Yg Diperoleh:
    144
    Menurut pendapat saia,
    yang menjadi penghambat dari orang yang meminta maaf (baca : meminta ampun atas kesalahan yang dilakukan) kepada orang lain :
    1. Gengsi
    2. Merasa bahwa dirinya tidak bersalah (yang paling benar)
    3. Bisa jadi karena pengalaman sebelumnya dimana walaupun sudah mengakui, menyadari dan menyesali bahkan meminta maaf sampai bersujud sampai sekalipun, tetap saja orang lain tidak memaafkan dirinya.


    Kesulitan orang tidak dapat memaafkan (baca : mengampuni kesalahan) orang lain secara total :
    1. Berkorelasi dengan point 3 diatas, ujung"nya yang disimpan rasa dendam.
    2. Karena dendam, maka gak bisa lagi bijaksana.
    3. Dia belum dapat memaafkan dirinya sendiri


    Menurut pemahaman saia, memaafkan (baca : mengampuni kesalahan orang lain) dan meminta maaf (baca : meminta ampun atas kesalahan yang dilakukan terhadap orang lain) erat kaitannya dengan hubungan 2 arah yaitu : vertikal dan horizontal.
    Keduanya melibatkan hati dan pikiran...sedangkan hati dan pikiran hampir tidak pernah sejalan, tapi itulah manusia yang cenderung mengutamakan ke'akuan' hati dan pikiran mereka sendiri, tidak peduli baik dengan sesama apalagi dengan sang Maha Pencipta.

    Yang perlu dipahami dalah hubungan horizontal adalah apa yang kita pikirkan belum tentu sama dengan apa yang orang lain pikirkan, apa yang kita rasakan belum tentu sama dengan apa yang orang rasakan, begitu pula dengan hubungan vertikal dengan yang Maha segalaNya

    Kebijaksanaan yang bagaimana?
    Sulit memang membicarakan kebjiksanaa yang bagaimana? karena selalu akan bertolak belakang, bijak menurut saia belum tentu bijak menurut anda, bijak menurut anda belum tentu bijak biat dia, bijak buat dia belum tentu bijak buat mereka...dst (secara horizontal), sampai akhirnya bijak menurut manusia belum tentu bijak menurut Yang Maha Kuasa (secara vertikal).

    Namun menurut hemat saia, jangan gunakan standar kebijakan manusia, karena apa karena manusia sering berubah, kembalikan kepada pemilik kebijakan itu sendiri..yaitu Yang Maha SegalaNya....pengalaman dan pembelajaran (kalo kata kang wh mencari tahu) selama menjalin hubungan vertikal akan menambah wawasan kita mengenai apa itu makna kebijaksanaan yang sesungguhnya.

    apa yang mendorong orang harus meminta maaf dan apa yang mendorong orang harus memaafkan seseorang?
    Menurut pemahaman saia, tidak ada manusia satupun yang tidak luput dari kesalahan, beberapa prinsip umum yang sederhana sebenernya sudah cukup menjawab dan menggambarkan pertanyaan diatas.
    cth : memberi...menerima...meminta maaf....memaafkan...
    cuma sayang seringkali yang dialami tidak selalu sejalan...... sudah memaafkan...si A...tapi terus kemudian ketika keadaan sebaliknya kita tidak dimaafkan...oleh si A....kita sudah memberi yang terbaik buat dia.... tapi ternyata kita juga menerima yang buruk...bahkan yang terburuk..dari dia
    terlepas dari contoh yang diberikan....baik sebagai pemberi atau penerima...peminta maaf atau pemberi maaf...

    pertanyaan yang perlu direnungi : apakah hati anda merasa damai setelah semuanya itu ?? sejujurnya saia jawab tidak!

    Jika tidak ada damai di hati tidak heran jika saia sulit untuk melakukan sesuatu, atau mengerjakan sesuatu apalagi memaafkan seseorang menyakiti saia...
    tidak adanya damai di dalam hati mengindikasikan ada sesuatu masalah dalam diri kita.


    Menurut hemat saia hal maaf memaafkan sebaiknya di dorong oleh mengakui, menyadari dan menyesali (hanya saja jangan menyesali terlalu berlebihan) dan melibatkan pengalaman hubungan vertikal dan horizontal yang seimbang :
    1. Berdamai dengan San Pencipta. (minta maaf / ampun padaNya melalui sembahyang, doa, etc) -- vertikal
    2. Berdamai dengan diri sendiri (minta maaf / ampuni diri sendiri) -- introkpeksi ke dalam
    3. Berdamai dengan orang lain (meminta maaf pada orang lain jika kita salah, / memaafkan orang lain yang salah pada kita)
    4. Berdamai dengan lingkungan dimana orang lain tersebut berada (bukan hanya meminta maaf / memaafkan si dia saja, tetapi teman atau orang" yang berada di lingkungan dia)
    5. Berdamai dengan semua orang (meminta maaf / memaafkan semua orang)

    Mohon maaf, kalau ada yang tidak berkenan,itu hanya pendapat dan pemahaman saia.
  20. Offline

    garuda_big iAddict

    Member Sejak:
    7 November 2011
    Jumlah Pesan:
    2.745
    Likes Yg Diperoleh:
    1.146
    Makasih om2 semua, setelah membaca tetua om2 semua GB jadi lebih tau banyak nih :D
    Semoga apa yg kita jalani ini bisa di restui oleh Tuhan Yang Maha Esa.amin.. ;)
    Gb masih perlu banyak bimbingan dari om2 semua.Makasih ;)
    candiwalang and workaholic like this.

Share This Page