Warning!

Khusus untuk ibawel. Bagi yang belum cukup bawel, sok muna, alim atau tidak suka ngebawel, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang bawel bawel, silahkan dilanjuti...
  1. Kepada Pengunjung Setia
    Mulai tgl 5 Feb 2013 iBawel telah kembali mengudara, yang mana sempat tutup sejak 6 Oct 2012 dikarenakan server overloaded. Terima kasih atas dukungannya apakah itu dari segi materi atau dengan kata-kata yang membuat kita-kita [ds] crew tetap semangat untuk membangun komunitas ini ke areah yang lebih baik. Enjoy folks!

Leluhur Tanah Jawa

Diskusi di 'Misteri Dunia Lain' dimulai oleh GaTouch, 5 June 2012.

  1. Offline

    GaTouch iNewbie

    Member Sejak:
    25 February 2012
    Jumlah Pesan:
    9
    Likes Yg Diperoleh:
    10
    Dalam suatu alur cerita dikisahkan, dalam kunjungan resminya sebagai utusan raja, Empu Barang atau nama bangsawannya Haryo Lembusuro, seorang pandhito terkemuka tanah Jawa, berkunjung ke Jambu Dwipa (India).Sesampa inya menginjakkan kaki di negeri Hindustan ini, oleh para Brahmanasetempat, Empu Barang diminta untuk bersama-sama menyembahpatung perwujudan Haricandana (Wisnu). Namun, dengan kehalusansikap manusia Jawa, Empu Barangmenyatakan bahwa sebagai pandhito Jawa, dia tidak bisa menyembah patung, tetapi para Brahmana India tetap mendesaknya, dengan alasan kalau Brahmana dinasti Haricandana menyembahnya karena Wisnu dipercaya sebagai Sang Pencipta Tribuwana.

    Dengan setengah memaksa, EmpuBarang diminta duduk, namun sewaktu kaki Empu Barang menyentuh tanah, tiba-tiba bumi bergoyang (tidak disebutkan berapa kekuatan goyangannya dalam skal ritcher). Yang jelas, saking hebatnya goyangan tersebut, patung tersebut hinggaretak-retak dan inilah masa terjadinya ledakan 7 gunung besar yang kemudian memisahkandaratan India & Sunda.Memang, menurut tata cara Jawa, penyembahan kepada Sang Penguasa Hidup itu bukan patung,tetapi lewat rasa sejati, sehinggahubungan kawula dengan Gusti menjadi serasi. Itulah Jumbuhing Kawula Dumateng Gusti.Orang Jawa melakukan puja-puji penyembahan kepada Gustinya langsng dari batinya, maka itu dalam perkembangannya disebut aliran Kebatinan atau perkembangan selanjutnya dikenal dengan istilah Kejawen, karena bersumber dari Jawa.Memang pemahaman penyembahan masyarakat sunda tidak terikat pada konsep patungdan candi.Yang sangat menarik ternyata di antara jawa laut selatan dan australia terlihat dengan jelas jejak telapak tangan raksasa sebesar setengah pulau jawa,gambar itu bisa dilihat dengan menggunakn gps.

    Ada banyak teori mengenai erpisahnya daratan di muka bumi antara lain : 1)Teori Kontraksi(James Dana dan Elie Baumant)2)Teori Laurasia-Gondwa na (Eduard Suess) 3) Teori apungan benua (Alfred Wegener) 4)Teori lempeng tektonik...dan Teori ini adalah yg paling masuk akal dan diterima diseluruh dunia oleh ahli geologi. Kerak bumi dan lapisan litosfer mengapung diatas astenosfer, sehinga dianggap satu daerah yang saling berhubungan karena adanya aliran konveksi yg keluar di bagian tengah dasar samudra. Aliran ini kemudain meyebar ke kedua sisinya, sehinga diduga ada penambahan materi kerak bumi. Namus, menurut penelitian, tdk ada tambahan materi kerak bumi karena di bagian lain akan masuk kembali ke lapisan dalam, yang lebur bercampur dgn materi di lapisan itu. Daerah tempat masuknya materi tadi merupakan daerah tumbukan lempeng benua,yang biasanya ditandai oleh deretan palung laut dan pulau vulkanis. Pada daerah tumbukan ini, aktivitas gempa Bumi sgt sering trjadi, aktivitass pergeseran kerak bumi yang brlangsung terus menerus (Mc Kenzie dan Robert Parker, yg kemudian disempurnakan oleh J. Tuzo Wilson).

    Menurut cerita Critias, Atlantis tenggelam hanya dalam satu hari satu malam! Di Atlantis inilah terdapat kerajaan besar yang menguasai seluruh pulau dan daerah sekitarnya, termasuk Libia, kolom-kolom Heracles, sampai sejauh Mesir, dan di Eropasampai sejauh Tyrrhenia. Lalu terjadilah gempa bumi dan banjir yang melanda negeri itu. Dalam hanya satu hari satu malam, seluruh penghuninya ditenggelamkan ke dalam bumi, dan Atlantis menghilang ditelan laut.Cerita tragis yang memunculkan mitos Atlantis itu, bila kita cermati memang akan mengarah secara geografis di sekitar Laut Tengah (Mediterania). Selain nama-nama Libia, Mesir, Eropa dan Tyrrhenia, disebut pula selat dengan pilar-pilar Hercules yang tidak lain adalah Selat Gibraltar (atau dalam bahasa Arab, Selat Jabaltarik) Sebuah teori geologi kuno menyebutkan, proses terbentuknya daratan yang terjadi di Asia belahan selatan adalah akibat proses pergerakan anak benua India ke utara, yang bertabrakan dengan lempengan sebelah utara. Pergerakan lempeng bumi inilah yang kemudian melahirkan Gunung Himalaya. Anak benua yang di selatan sebagian terendam air laut, sehingga yang muncul di permukaan adalah gugusan-gugusan pulau yang merupakan mata rantai gunung berapi. Gugusan pulau-pulau di Asia Tenggara, yang sebagian adalah Nuswantoro (Nusantara/ Sundaland ???), yang pada zamandahulu disebut Sweta Dwipa. Dari bagian daratan ini salah satunya adalah gugusan anak benua yangdisebut Jawata, yang satu potongan bagiannya adalah pulau Jawa. Kecantikan Pulau Jawa bahkan menarik hati Rajanya para dewa yaitu Betara Guru untuk mendirikan kerajaan dibumi.Turunlah dia dari domainnya di Swargaloka dan memilih tempat tinggal di gunung Mahendra. ( Kini disebut Gunung Lawu terletak diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur antara Surakarta dan Madiun). Betara Guru punya nama lain Sang Hyang Jagat Nata, ratunya Jagat Raya - The king of the Universe dan Sang Hyang Girinata, ratunya gunung-gunung,- the King of Mountains. Di kerajaan Mahendra, Sorga yang agung - The great Heaven , Betara Guru memakai nama Ratu Mahadewa. Jawata artinya gurunya orang Jawa. Wong dari kata Wahong, dan Tiyang dari kata Ti Hyang, yang berarti keturunan atau berasal dari Dewata.

Share This Page