Warning!

Khusus untuk ibawel. Bagi yang belum cukup bawel, sok muna, alim atau tidak suka ngebawel, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang bawel bawel, silahkan dilanjuti...
  1. Kepada Pengunjung Setia
    Mulai tgl 5 Feb 2013 iBawel telah kembali mengudara, yang mana sempat tutup sejak 6 Oct 2012 dikarenakan server overloaded. Terima kasih atas dukungannya apakah itu dari segi materi atau dengan kata-kata yang membuat kita-kita [ds] crew tetap semangat untuk membangun komunitas ini ke areah yang lebih baik. Enjoy folks!

Melihat Kehidupan Primitif Suku Kubu Anak Dalam di Jambi

Diskusi di 'Did you know?' dimulai oleh R_j, 1 January 2012.

  1. Offline

    R_j iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    2.662
    Likes Yg Diperoleh:
    2.107
    Pada awalnya untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, Suku Anak Dalam, melaksanakan kegiatan berburu, meramu, menangkap ikan dan memakan buah-buahan yang ada di dalam hutan. Namun dengan perkembangan pengetahuan dan peralatan hidup yang digunakan akibat adanya akulturasi budaya dengan masyarakat luar, kini telah mengenal pengetahuan pertanian dan perkebunan.

    Berburu binatang seperti Babi, Kera, Beruang, Monyet, Ular, Labi-labi, Rusa, Kijang dan berbagai jenis unggas, merupakan salah satu bentuk mata pencaharian mereka. Kegiatan berburu dilaksanakan secara bersama-sama dengan membawa anjing. Alat yang digunakan adalah Tombak dan Parang. Di samping itu untuk mendapatkan binatang buruan juga menggunakan sistem perangkap dan jerat.
    Jenis mata pencaharian lain yang dilakukan adalah meramu didalam hutan, yaitu mengambil buah-buahan dedaunan dan akar-akaran sebagai bahan makanan. Lokasi tempat meramu sangat menentukan jenis yang diperoleh. Jika meramu dihutan lebat, biasanya mendapatkan buah-buahan, seperti cempedak, durian, arang paro, dan buah-buahan lainnya. Di daerah semak belukar dipinggir sungai dan lembah mereka mengumpulkan pakis, rebung, gadung, enau, dan rumbia.
    kubu1.jpg kubu2.jpg


    Mencari rotan, mengambil madu, menangkap ikan adalah bentuk mata pencaharian lainnya. Kini mereka juga telah mengenal pertanian dan perkebunan dengan mengolah ladang dan karet sebagai mata pencahariannya.
    Semua bentuk dan jenis peralatan yang digunakan dalam mendukung dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup nya sangat sederhana sekali.
    kubu3.jpg kubu4.jpg

    Bangunan tempat tinggalnya berupa pondok yang terbuat dari kayu dengan atap jerami atau sejenisnya . Konstruksi bangunannya dengan sistem ikat dari bahan rotan dan sejenisnya. Bangunannya berbentuk panggung dengan tinggi 1,5 meter, dibagian bawahnya dijadikan sebagai lumbung (bilik) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Ukuran bangunan sekitar 4 x 5 meter atau sesuai dengan kebutuhan keluarga. Disamping bangunan tempat tinggal, dalam satu lingkungan keluarga besar terdapat pondok tanpa atap sebagai tempat duduk-duduk dan menerima tamu.
    Kini terdapat tiga kategori kelompok pemukiman Suku Anak Dalam. Pertama yang bermukim didalam hutan dan hidup berpindah-pindah. Kedua kelompok yang hidup didalam hutan dan menetap. Ketiga adalah kelompok yang pemukimnya bergandengan dengan pemukiman orang luar ( orang kebiasaan )
    Cara berpakaiannya pun kini bervariasi, yaitu: (1) bagi yang tinggal di hutan dan berpindah-pindah pakaiannya sederhana sekali, yaitu cukup menutupi bagian tertentu saja. (2) yang tinggal di hutan tetap menetap, di samping berpakaian sesuai dengan tradisinya, juga terkadang menggunakan pakaian seperti masyarakat umum seperti baju, sarung atau celana, (3) yang tinggal berdekatan dengan pemukiman masyarakat luar atau desa, berpakaian seperti masyarakat desa lainnya. Namun kebiasaannya tidak menggunakan baju masih sering ditemukan dalam wilayah pemukimannya.
    Asal usul Suku Anak Dalam sering juga disebut dengan orang rimba atau Suku Kubu merupakan salah satu suku asli yang ada di Provinsi Jambi. Suku Anak Dalam dalam hidup berpindah-pindah. Dikawasan hutan secara berkelompok dan menyebar di beberapa Kabupaten, seperti di Kabupaten Batang hari, Tebo, Bungo, Sarolangun dan Merangin.
    Sejumlah ahli antropolog berpandangan bahwa Suku Anak Dalam termasuk kategori protom Melayu (Melayu Tua) dari beberapa hasil kajian yang dilakukan, menggambarkan bahwa kebudayaan Suku Anak Dalam yang ada di Provinsi Jambi memiliki kesamaan dengan suku melayu lainnya, seperti bahasa, kesenian dan nilai-nilai tradisi lainnya. Salah satu contoh adalah bentuk pelaksanaan upacara besale ( upacara pengobatan ) pada masyarakat anak dalam hampir sama dengan bentuk upacara aseik (upacara pengobatan) pada masyarakat Kerinci yang juga tergolong sebagai protom melayu.
    kubu5.jpg

    Di samping itu ada juga yang beranggapan bahwa Suku Anak Dalam adalah kelompok masyarakat terasing berasal dari kerajaan Pagaruyung. Mereka mengungsi kedalam hutan karena mendapat serangan dan tidak mau dikuasai serta diperintah oleh musuh. Di dalam hutan mereka membuat pertahanan. Pendapat ini didasari dengan istilah yang digunakan dalam penyebutan Suku Anak Dalam sebagai orang kubu (Kubu bermakna pertahanan).
    Suku Anak Dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya diatur dengan aturan, norma dan adat istiadat yang berlaku sesuai dengan budayanya. Dalam lingkungan kehidupannya dikenal istilah kelompok keluarga dan kekerabatan, seperti keluarga kecil dan keluarga besar. Keluarga kecil terdiri dari suami istri dan anak yang belum menikah.
    Keluarga besar terdiri dari beberapa keluarga kecil yang berasal dari pihak kerabat istri. Anak laki-laki yang sudah kawin harus bertempat tinggal dilingkungan kerabat istrinya. Mereka merupakan satu kesatuan sosial dan tinggal dalam satu lingkungan pekarangan. Setiap keluarga kecil tinggal dipondok masing-masing secara berdekatan, yaitu sekitar dua atau tiga pondok dalam satu kelompok.
    Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, mereka memiliki sistem kepemimpinan yang berjenjang, seperti Temenggung, Depati, Mangku, Menti dan Jenang. Temenggung merupakan jabatan tertinggi, keputusan yang ditetapkan harus dipatuhi. Bagi mereka yang melanggar akan dijatuhi hukuman atau sangsi sesuai dengan tingkat kesalahannya.
    Peran Temenggung sangat penting karena berfungsi sebagai: (1) Pimpinan tertinggi (sebagai Rajo),
    (2) Penegak hukum yang memutuskan perkara, (3) Pemimpin upacara ritual, (4) Orang yang memilki kemampuan dan kesaktian. Oleh sebab itu dalam menentukan siapa yang akan menjadi emenggung harus diperhatikan latar belakangnya, seperti keturunan dan kemampuan memimpin dalam menjalankan tugasnya.
    Kepercayaan Suku Anak Dalam terhadap Dewa-dewa roh halus yang menguasai hidup tetap terpatri, kendatipun diantara mereka telah mengenal agama islam. Mereka yakini bahwa setiap apa yang diperolehnya, baik dalam bentuk kebaikan, keburukan, keberhasilan maupun dalam bentuk musibah dan kegagalan bersumber dari para dewa. Sebagai wujud penghargaan dan persembahannya kepada para dewa dan roh, mereka melaksanakan upacara ritual sesuai dengan keperluan dan keinginan yang diharapkan. Salah satu bentuk upacara ritual yang sering dilaksanakan adalah Besale (upacara pengobatan).
    kubu6.jpg

    Suku Anak Dalam meyakini bahwa penyakit yang diderita sisakit merupakan kemurkaan dari dewa atau roh jahat oleh sebab itu perlu memohon ampunan agar penyakit yang diderita dapat disembuhkan. Properti yang digunakan dalam upacara besale sangat sarat dengan simbol-simbol.
    Dari proses adaptasinya dengan lingkungan, Suku Anak Dalam juga memilki pengetahuan tentang bahan pengobatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Melalui panca indranya mampu membedakan tumbuhan beracun dan tidak beracun termasuk mengolahnya. Pengetahuannya tentang teknologi sangat sederhana, namun memiliki kemampuan mendeteksi masalah cuaca, penyakit dan mencari jejak.
    echoe_jambi, BEJO and Pisang iMut like this.
  2. Offline

    si_entong iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    3.455
    Likes Yg Diperoleh:
    1.000
    masih sangat tertinggal ya ?
    belom pakai baju :D
  3. Offline

    R_j iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    2.662
    Likes Yg Diperoleh:
    2.107
    emang belom...... kalo mau liat toket bergelantungan banyak tuh.. cuma ati2 bisa kena denda loh :D:D:D
  4. Offline

    si_entong iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    3.455
    Likes Yg Diperoleh:
    1.000
    Kalau masuk hutan bisa mupeng terus =))
  5. Offline

    R_j iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    2.662
    Likes Yg Diperoleh:
    2.107
    cuma menurut kata orang2 tua..... bercinta dengan kubu bakal ikutan jadi kubu tuh...... mereka punya pelet "mani gajah" :D:D:D
  6. Offline

    si_entong iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    3.455
    Likes Yg Diperoleh:
    1.000
    gak jadi deh, :D
  7. Offline

    Pisang iMut iMania

    Member Sejak:
    27 December 2011
    Jumlah Pesan:
    1.142
    Likes Yg Diperoleh:
    273
    Ada yg bohay ga sist disana :rolleyes:

    btw,dulu pernah kesana pas mo ke kerinci
    eh,dicegat ma suka anak dalam pas ditengah
    kirain mo ditawan,eh ga taunya mereka minta rokok
    dah gitu dibarter ama pisang 1 tundun
    wkwkwk :))

    nice post,sist 'R :-bd
  8. Offline

    R_j iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    2.662
    Likes Yg Diperoleh:
    2.107
    yang bohay ya pasti adalah .... cuma yang jelas mereka bau, habis kubu mah ga pake mandi ... mereka mandinya cuma 1 tahun 1x, itu udah adatnya.... cuma ati2 kalo meludah di depan mereka, bisa kena pelet dan ikutan jadi kubu :D:D:D
  9. Offline

    Pisang iMut iMania

    Member Sejak:
    27 December 2011
    Jumlah Pesan:
    1.142
    Likes Yg Diperoleh:
    273
    bener tuh soal aturan yg meludah..
    soalnya pas mau naik jg dah dibilangin sama rekan yg mandu,
    jangan "cah-cuih" sembarangan,apalagi didepan mereka :-bd
  10. Offline

    R_j iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    2.662
    Likes Yg Diperoleh:
    2.107
    he eh tuh...... kalo meludah nanti jadi ikutan jadi kubu ......
  11. Offline

    Pisang iMut iMania

    Member Sejak:
    27 December 2011
    Jumlah Pesan:
    1.142
    Likes Yg Diperoleh:
    273
    tapi kalau ngeludahin yg ada rambut alus nya mah ga dilarang kan,sist :-"

    wkwkwk:))
  12. Offline

    syarif_iif iNewbie

    Member Sejak:
    19 December 2011
    Jumlah Pesan:
    17
    Likes Yg Diperoleh:
    9
    Ternyata... di indonesia yang sangat kelihatan kemajuannya masih banyak desa2 tertinggal... sungguh...
  13. Offline

    Cezar iJunior

    Member Sejak:
    1 December 2011
    Jumlah Pesan:
    389
    Likes Yg Diperoleh:
    12
    mantafff bro.. itulah indonesia. dngan keaneka ragaman budaya mnjadikan indonesia bngsa yg berbudaya...
  14. Offline

    bogrex iAddict

    Member Sejak:
    1 November 2011
    Jumlah Pesan:
    1.820
    Likes Yg Diperoleh:
    720
    lha sekarang gimana keadaan suku anak dalam sist,,apakah masih nggak make baju ato gimana:D

Share This Page